Rabu, 19 Mei 2010

KARYA ILMIAH

BUDIDAYA JAMUR

PENDAHULUAN

Pada saat ini tanaman jamur memang sudah bukan asing lagi bagi kita semua. Karena masyarakat sudah mulai mengenal tanaman ini. Dan sudah mulai banyak yang membudidayakan. Selain dapat dikonsumsi, jamur mengandung banyak vitamin yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia.

Akhir-akhir ini permintaan akan jamur semakin meningkat seiring dengan terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat yang memerhatikan variasi jenis dan mutu makanan. Terjadinya perubahan pola konsumsi ini masyarakat telah memilih jamur sebagai salah satu pilihannya. Persediaan yang ada saat ini belum mencukupi untuk dikonsumsi masyarakat banyak. Adanya keterbatasan keterampilan dalam membudidayakan jamur dan kurangnya kesadaran masyarakat akan budidaya tanaman ini, juga menjadi salah satu penyebab rendahnya persediaan jamur di pasar. Selain lahan, kwalitas tanah atau cuaca yang menjadi pertimbangan khusus untuk membudidayakan tanaman ini.

Desa Belanga Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli yang merupakan daerah dataran tinggi yang cukup berpotensi untuk dijadikan tempat pembudidayaan jamur. Persyaratan tumbuh yang dikehendaki tanaman jamur yaitu tempat yang memiliki kisaran suhu 10 – 32oC dengan ketinggian tempat antara 500 – 1000 m. Secara alamiah kondisi itu dimiliki oleh Desa Belanga.

Animo masyarakat Belanga untuk bertani sangat tinggi dicerminkan dengan beragamnya komoditas pertanian yang diusahakan, termasuk di sektor peternakan seperti peternakan sapi, babi, dan ayam. Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan melalui hasil wawancara dengan beberapa masyarakat petani di desa tersebut bahwa mereka berminat untuk mengembangkan budidaya jamur. Beberapa kendala yang mereka hadapi adalah terbatasnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki, serta keterampilan untuk dapat membudidayakan jamur secara benar.

Melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Desa Belanga yang cukup memadai, maka upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya jamur (terutama jamur tiram) perlu dilakukan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan mengenai teknik budidaya jamur tiram serta melakukan demonstrasi pembuatan bibit jamur.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan petani akan teknik budidaya jamur.

Dengan bertambahnya wawasan petani diharapkan terjadinya pemberdayaan petani untuk mengembangkan beberapa komoditas lain. Selain yang telah biasa mereka kembangkan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknik-teknik budidaya yang telah digunakan di daerah maupun negara lain agar teknologi tersebut juga dapat secara tidak langsung meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani dan masyarakat.

METODE PEMECAHAN MASALAH

Banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam pengembangan budidaya jamur ini, maka ada beberapa metode yang diterapkan, antara lain dilaksanakan dengan metode pelatihan terhadap petani dan kelompok tani melalui kegiatan ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Selain itu juga melakukan kunjungan lapangan dengan melibatkan beberapa anggota kelompok tani terpilih sebagai bahan pengetahuan dan perbandingan dengan kondisi sebenarnya yang dimiliki di lingkungannya masing-masing. Diupayakan untuk membantu terbentuknya kelompok-kelompok (unit-unit) untuk memudahkan koordinasi kegiatan dan kemudahan memperoleh dukungan pendanaan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Belanga Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini dilaksanakan dengan menyasar anggota Subak Abian Pujung Sari yang kesehariannya merupakan petani yang bergerak pada bidang hortikultura dan tanaman tahunan lainnya. Mereka juga bergerak dalam bidang peternakan seperti ternak sapi, babi, dan ayam. Para petani telah biasa membudidayakan tanaman kopi, jeruk, dan cabai. Pelatihan ini telah dijelaskan kepada petani bahwa bukan upaya untuk menggantikan kegiatan yang telah diusahakan tetapi lebih pada memberi peluang pada kegiatan lain sebagai suatu usaha diversifikasi komoditas pertanian.

Pada kegiatan ceramah dan diskusi yang secara simultan didukung dengan kegiatan demonstrasi, para petani sangat antusias mengikuti karena para petani menganggap bahwa komoditas ini dianggap baru, walaupun secara tidak langsung mereka juga pernah mendapatkan informasi pembudidayaan jamur ini melalui media massa (seperti televisi). Diskusi dua arah antara penceramah dengan petani sangat membantu transfer pengetahuan karena pengalaman yang mereka miliki dalam bertani dapat dipadukan secara ilmiah oleh penceramah. Hal ini pun dapat membantu meningkatkan minat para petani untuk memperluas cakrawala usaha tani mereka.

Dalam kegiatan pelatihan ini dihibahkan pula sejumlah log bibit jamur kepada anggota subak abian dengan harapan para petani dapat mengamati secara langsung hasil pembudidayaannya. Dalam distribusinya para petani diberikan untuk mengamati secara parsial di rumahnya masing-masing sedangkan dalam jumlah log yang lebih banyak mereka usahakan secara berkelompok.

Dalam perkembangan selanjutnya, dilakukan pula monitoring dan evaluasi terhadap pertumbuhan dan teknik budidaya yang mereka kreasikan sendiri sesuai dengan pelatihan yang telah didapatkan. Pada kegiatan monitoring itu nampak sekali bahwa para petani semakin yakin bahwa mereka mampu membudidayakan jamur. Kendala teknik budidaya jamur hampir tidak ditemukan, kecuali menemukan usaha sederhana untuk menjaga kelembaban media dan ruang penumbuhan.

Kendala lain yang mereka hadapi selama monitoring itu adalah menemukan tempat pemasaran. Atas kegigihan mereka dan didasari atas keyakinan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperolehnya, para petani mencoba menembus pasar restoran yang ada di daerah wisata Penelokan Kintamani. Dalam masa uji pemasaran itu mereka menjajagi sebuah restoran dan diminta untuk memasok 2 kg setiap 3 hari sekali. Penerima pasokan juga memberikan apresiasi terhadap hasil para petani itu dengan nilai beli Rp. 15.000,- per kg.

Sementara kegiatan monitoring berlangsung perwakilan para petani diajak untuk melihat secara langsung ke Balai Benih Induk Hortikultura Dinas Pertanian. Tanaman Pangan Provinsi Bali, Luwus. Mereka yang berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut sejumlah 11 orang. Tempat ini dipilih karena selama ini bibit jamur telah diusahakan oleh balai ini untuk memenuhi kebutuhan petani jamur. Kunjungan lapang tersebut bertujuan sebagai bahan pengetahuan dan perbandingan dengan kondisi sebenarnya yang ada di Desa Belanga. Pada kegiatan kunjungan lapang tersebut petani diberikan untuk berdiskusi seluas-luasnya seputar teknik budidaya jamur. Mereka juga diberikan pengetahuan tentang teknik penyiapan bibit sampai bibit tersebut siap untuk ditumbuhkan pada rumah penumbuhan.

Terbentuknya kelompok tani jamur di Desa Belanga telah dapat diwujudkan pula karena mereka sejak awal telah memilikinya. Namun mereka akan mendirikan kelompok yang tidak terpisah dari kelompok tani yang telah ada sebelumnya, hanya sebagai sub-kelompok yang terkonsentrasi pada pembudidayaan dan pemasaran hasil jamur.

Peran pihak pemerintah dan swasta juga diharapkan dapat menyokong percepatan pencapaian upaya ini secara bersama-sama. Peran pemerintah dalam upaya pembinaan terus menerus mengenai teknik budidaya jamur telah dipahami oleh penyuluh pertanian yang ditugaskan (hadir pada saat pelatihan) di desa tersebut dan akan berupaya terus mendorong minat petani yang tinggi tersebut.

Antusiasme petani semakin nampak dengan telah dijajagi kemungkinan untuk menjadi plasma dari inti perusahaan jamur yang telah berkembang dengan baik.

Namun para petani sedang berupaya untuk mencari informasi tentang pola kemitraan yang akan dibina dengan inti tersebut. Sampai saat ini kemungkinan itu akan terus ditindaklanjuti agar cita-cita dan harapan mereka dapat terwujud. Pihak Universitas Udayana dalam hal ini Jurusan Budidaya Pertanian FP Unud pun diharapkan terus memberikan pembinaan agar apa yang menjadi tujuan semula dapat tercapai.

Dalam pelatihan budidaya jamur ini juga disampaikan manfaat dan pentingnya mengkonsumsi jamur dan peluang menjadikan jamur sebagai bahan pangan olahan. Telah pula disampaikan agar pasokan jamur dapat berkelanjutan ada di pasar, sehingga usaha jamur dalam skala yang lebih besar dapat diwujudkan.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan budidaya jamur tiram di Desa Belanga ini dapat terlaksana dengan baik dengan melihat indikator keberhasilan petani antara lain: petani telah berhasil menumbuhkan bibit jamur sampai panen, telah berhasil menembus pasar, terutama restoran yang ada di sekitar objek wisata Penelokan Kintamani, telah dilakukan kunjungan lapang sebagai perbandingan dengan kondisi nyata yang ada di desanya, telah ada upaya pendekatan kepada pihak pemerintah dan swasta untuk dapat menunjang keberlanjutan kegiatan budidaya jamur ini.

Saran

Pembinaan perlu diupayakan terus menerus berupa monitoring dan evaluasi terhadap budidaya jamur tiram di desa tersebut, terutama terobosan pasar. Perlu diupayakan pembinaan berupa teknik pengolahan jamur untuk menunjang keberhasilan budidaya jamur yang telah dikuasa

Selasa, 11 Mei 2010

Silogisme Alternatif, Silogisme Kategorial, Silogisme Entimen

Silogisme Alternatif, Silogisme Kategorial dan Silogisme Entimen

1. Silogisme Alternatif

Adalah Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Sedangkan Proposisi Alternative yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh silogisme alternatif :

A : Anak kecil itu berada di dalam kelas atau di luar kelas

B : Anak kecil berada di luar kelas

K : Jadi, anak kecil tidak berada di dalam kelas

2. Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

Contoh :

Semua makhluk hidup membutuhkan makan dan minum.

Kucing termasuk makhluk hidup

Jadi kucing : makhluk hidup yang membutuhkan makan dan minum.

Yang perlu dicermati adalah, bahwa pola penalaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita tidak demikian nampak, entah di realita pembicaraan sehari-hari, lewat surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain. Oleh sebab itu, dalam menyimak mendengarkan atau menerima pendapat seseorang, kita perlu berpikir kritis melihat dasar-dasar pemikiran yang digunakan sehingga kita dapat menilai seberapa tingkat kualitas kesahihan pendapat itu. Dalam hal seperti ini kita perlu menentukan:

a. Kesimpulan apa yang disampaikan

b. Mencari dasar-dasar atau alasan yang dikemukakan sebagai premis-premisnya.

c. Menyusun ulang silogisme yang digunakannya; kemudian melihat kesahihannya berdasarkan ketentuan hukum silogisme.

Berdasarkan hal tersebut tentu saja kita akan mampu melihat setiap argumen, pendapat, alasan, atau gagasan yang kita baca atau dengar. Dengan demikian, secara kritis kita mengembangkan sikap berpikir ke arah yang cerdik, pintar, arif, dan tidak menerima begitu saja kebenaran / opini yang dikemukakan pihak lain. Berdasarkan hal inilah akhirnya kita mampu menerima, meluruskan, menyanggah, atau menolak suatu pendapat yang kita terima.

3. Silogisme Entimen

Silogisme Entimen adalah yang kedua yaitu entimen. penalaran deduksi secara langsung.

Contoh :

Ikan paus melahirkan anak dan tidak bertelur karena termasuk binatang mamalia. Proposisi proposisi atau kalimat terbuka Entimen Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh Entimen :

Anak itu pandai karena ia rajin belajar.

Jumat, 02 April 2010

Artikel

“Menyayangi Hewan Sejak Kecil”

Kita bisa mendapatkan banyak hal positif ketika memelihara hewan di rumah. Banyak pakar yang memaparkan manfaat dari kegiatan ini, contohnya saja, keluarga yang memelihara hewan, secara psikologis mereka termasuk kategori keluarga penyayang.

Apabila kegiatan ini sudah dimulai sejak kecil, si anak akan tumbuh menjadi pribadi bertanggungjawab, lembut , dan mudah mengendalikan diri. Karena itu, dengan sendirinya, anak belajar kasih sayang, belajar merawat, dan belajar bertanggungjawab. Apabila anak diberi tugas-tugas tertentu, anak akan melaksanakan dengan baik. Sebab, dia sudah terbiasa melakukan tanggungjawab saat merawat dan membesarkan hewan piaraannya. Hadirnya hewan peliharaan di suatu rumah bisa mendatangkan keceriaan.

Melalui hewan peliharaan, anak dikenalkan dengan sebuah siklus kehidupan. Dia dapat melihat kelahiran, perkembangan kognitif dan fisik, sakit, dan kematian. Walaupun siklus yang terakhir disebutkan adalah momen menyedihkan, sebagai orangtua dapat mengajarkan anak belajar mengatasi kesedihan.

Namun, patut diingat dengan segala manfaat yang diperoleh, orangtua sebaiknya tetap mau bertanggungjawab atas kepemilikan hewan, memilih binatang yang tepat dan mempersiapkan keluarga dengan benar.

Seperti yang dikutip dari The Golden Rules to Raise Your Children, karangan Dr. Alicia Christine, kira-kira 95% anak mulai usia 3 s/d 13 tahun, mereka ingin memiliki hewan peliharaan. Pasalnya, hewan mampu menawarkan kasih sayang dan bisa terus menemani si anak.

Bahkan seperti penelitian dari Jerman, hampir 80% anak menganggap anjing sebagai teman dekat mereka. Selain anjing, kucing, kelinci atau hamster kerap menjadi favorit anak-anak.

Bila si kecil sudah diizinkan memelihara hewan, selalu ingatkan untuk membantu orangtua dalam memberikan makan, minum, membersihkan hewan juga kandangnya. Serta tidak lupa untuk mengajak si kecil ketika membawa hewan ke dokter hewan untuk pemeriksaan kontinu. Hal ini menjadi salah satu bentuk tanggungjawab bagi sang anak yang dapat dipupuk sedari dini.

Tanggungjawab terhadap kesehatan diri sendiri juga patut dilakukan. Nilai ini perlu diajarkan juga kepada anak. Setelah bermain dengan hewan peliharaannya, ingatkan anak untuk selalu mencuci tangan. Selain sayang sama hewan, kesehatan juga harus dijaga.

Rabu, 17 Maret 2010

Membuat Contoh Kalimat & Contoh Lamaran Pekerjaan

TUGAS BHS INDONESIA2

Membuat contoh kalimat :

a. Semua koki bisa memasak

Tamini adalah seorang koki

Jadi Tamini bisa memasak

b. Semua orang pintar

Semua mahasiswa pintar

Jadi semua mahasiswa pintar

c. Semua kucing tidak cerdik

Semua manusia bukan kucing

d. Tidak sekuntum mawar pun melati

Semua mawar berduri

Jadi tidak sekuntum melati pun berduri

e. Sebuah Desa Suka Maju kerjabakti

Pak Ramat penduduk Desa Suka Maju

Pak Rahmat harus kerjabakti

f. Sebagian gadis cantik pramugari

Sebagian artis gadis cantik.

g. Semua hewan herbivora pemakan tumbuhan

Kambing pemakan tumbuhan

Jadi kambing adalah herbivora

h. Beberapa binatang adalah cerdik

Tidak seorangpun manusia, pun binatang



Contoh :

Lamaran Pekerjaan


Yang Terhormat,

Bp./Ibu Kabag. HRD

PT. Krakatau Steel Indonesia

Di Jakarta


Hal : Permohonan Pekerjaan


Dengan hormat,


Membaca iklan Bapak/Ibu pada media cetak tertanggal 2 Maret 2010, yang isinya akan membutuhkan tenaga untuk “Customer Service Officer”. Saya tertarik dengan iklan tersebut, maka dengan ini saya :


Nama : Dwi Purwanti

Tempat & Tanggal Lahir : Solo, 21 September 1975

Jenis Kelamin : Perempuan

Status : Kawin

Warganegara : Indonesia

Agama : Katholik

Alamat Rumah : Perumahan Bumi Anggrek Blok J no. 50

Karang Satria, Bekasi Timur

No. Telp./HP : 021 – 883 46677 / 0815 10299290


bermaksud melamar pekerjaan untuk posisi yang Bapak/Ibu tawarkan.

Saya bersedia untuk mengisi jabatan tersebut karena sesuai dengan bidang yang saya tekuni selama ini.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan data-data yang diperlukan.

Besar harapan saya untuk bisa bergabung dengan Perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Atas perhatian dan kebijaksanaannya saya ucapkan terimakasih.


Jakarta, 17 Maret 2010

Hormat kami,



Dwi Purwanti

Jumat, 26 Februari 2010

Bahasa Indonesia2

1. Penalaran Deduktif
Definisi dari penalaran sendiri adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Maka proses inilah yang disebut dengan menalar.
Sedangkan penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini , dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut adalah konsep dan teori yang merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. Jadi penalaran deduktif adalah penalaran yang bertolak dari sebuah konklusi/kesimpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Dalam penalaran deduktif terdapat premis yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan :
- Secara langsung, yaitu ditarik dari satu premis
- Secara tidak langsung yaitu ditarik dari dua premis
Prmeis pertama adalah premis yang bersifat umum, sedangkan premis kedua adalah premis yang bersifat khusus.
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu :
- Silogisme Kategorial
- Silogisme Hipotesis
- Silogisme Alternatif
- Entimen

Contoh :
- Semua orang perlu makan untuk mempertahankan hidupnya (premis Mayor)
- Ani adalah orang (premis Minor)

Jadi Ani perlu makan untuk mempertahankan hidupnya (kesimpulan).
Kesimpulan yang diambil bahwa Ani juga perlu makan untuk mempertahankan hidupnya adalah sah menurut penalaran deduktif, sebab kesimpulan ini ditarik secara logis dari dua premis yang mendukungnya. Pertanyaan apakah kesimpulan itu benar harus dikembalikan kepada kebenaran premis-premis yang mendahuluinya. Apabila kedua premis yang ditariknya adalah juga benar. Mungkin saja kesimpulannya itu salah meskipun kedua premisnya benar, sekiranya cara penarikan kesimpulannya tidak sah.
Dengan demikian maka ketepatan penarikan kesimpulan tergantung dari tiga hal yaitu kebenaran premis mayor, kebenaran premis minor, dan keabsahan penarikan kesimpulan. Apabila salah satu dari ketiga unsur itu persyaratannya tidak terpenuh dapat dipasikan kesimpulan yang ditariknya akan salah.

2. Analisa Silogisme Katagorial
Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, antara lain :
- Premis umum yaitu premis Mayor (My)
- Premis khusus yaitu Premis Minor (Mn)
- Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subyek dan predikat. Subyek simpulan disebut term mayor dan predikat simpulan disebut term minor
Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai berikut :
- Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu term mayor, term minor dan term penengah
- Terdiri dari tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor dan kesimpulan
- Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan
- Bila salah satu premisnya negatif , simpulan pasti negatif
- Dari premis yang positif akan dihasilkan simpulan yang positif
- Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus
- Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan

Contoh :
- Semua pekerja di pabrik lulusan SMK (Mayor)
- Arif adalah pekerja pabrik (Minor)
- Arif lulusan SMK (kesimpulan)

Minggu, 20 Desember 2009

PRODUK "PERMEN"

PRODUK "PERMEN"


Siapa yang tidak kenal dengan permen atau gula-gula? Permen adalah sejenis gula-gula yang dibuat dengan cara mencairkan gula dalam air. Untuk pembuatan permen dilakukan dengan pemanasan yang tingkatannya berbeda-beda dengan hasil yang berbeda-beda pula, misalkan suhu panas menghasilkan permen keras, suhu menengah menghasilkan permen lunak dan suhu yang dingin menghasilkan permen kenyal. Permen dinikmati karena rasa manisnya.

Produk ini sudah banyak dikenal orang dan sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Masyarakat telah banyak mengenal produk ini dari lapisan masyarakat bawah, menengah sampai atas. Bahkan dimanapun juga banyak kita temui produk ini. Di toko-toko, warung-warung, didalam toples yang sudah disediakan oleh ibu-ibu di rumah, di perkantoran dan bahkan ketika sedang meetingppun permen tidak ketinggalan sebagai cemilan sampingan. Produk ini sangat mudah didapat. Untuk mendapatkannya kita tidak perlu menguras kocek kantong yang berlebihan. Produk ini sangat praktis dikonsumsi dimana saja dan kapan saja. Dan banyak disukai oleh anak-anak, remaja maupun dewasa. Bahkan produk ini bisa menjadi cemilan favorit bagi mereka yang mengkonsumsinya.

Banyak perusahaan bersaing untuk memproduksi permen. Para produsen berlomba-lomba memproduksi berbagai macam permen dengan rasa, warna dan aroma yang beraneka ragam. Contohnya salah satu perusahaan memproduksi permen yang kemudian berhasil menembus ke pasaran, maka perusahaan lain tidak mau ketinggalan untuk memproduksi permen dengan kwalitas yang hampir mirip tetapi dengan merk yang berbeda, sebagai contoh permen pencegah rasa ngantuk yaitu "Kopiko". Ini adalah permen yang pertama kali diproduksi oleh suatu perusahaan yang bermanfaat sebagai penahan rasa ngantuk dengan slogan "gantinya ngopi". Setelah permen ini menguasai pasar dan berhasil merebut hati masyarakat, maka perusahaan lain ingin menjadi brand follower (mengikuti produk yang sudah ada dengan kwalitas yang hampir mirip). Produk yang menyaingi permen "Kopiko" ini bermerk "Kino" yang juga mempunyai slogan yang tidak kalah yaitu "gantinya permen kopi". Maka muncullah apa yang dinamakan persaingan. Dan saat ini persaingan sudah semakin rapat, padat, ketat dan sengit. Maka marketer rela melakukan apa saja untuk sekadar merebut secuil pasar yang dimasukinya. Salah satunya menjadi brand follower.

Hampir 99% orang pernah merasakan/mencicipi permen, tetapi tidak semua orang menyukai produk permen dengan rasa kopi. Ada beberapa orang yang mengkonsumsi permen karena hanya sebagai pemenuhan kebutuhan, contoh : orang mengkonsumsi permen karena hanya sebagai pencuci mulut atau sebagai pengharum mulut, karena dengan mengunyah permen, maka akan timbul rasa percaya diri dan memudahkan dalam pergaulan terutama dalam berkomunikasi dengan sesama. Dan dengan demikian konsumen terdorong untuk melakukan pembeliannnya. Ada juga orang yang menjadikan permen sebagai cemilan ringan setiap hari, dalam arti kalau tidak mengkonsumsi sehari saja rasanya ada yang kurang. Contohnya : Teman sekantor saya perempuan setiap belanja bulanan dia tidak lupa membeli permen untuk persediaan selama satu bulan. Kalau membeli permen tidak hanya 5-10 biji, tetapi bisa 2 - 3 kg permen sekali belanja. Dia rela mengeluarkan uang lebih untuk urusan yang satu ini. Ketika di ruangan kantor dia bekerja sambil mengunyah permen. Saya sering perhatikan dan sesekali saya menegur kenapa sering sekali mengunyah permen. Teman saya menjawab permen merupakan bagian dari hidupnya yang tidak bisa terpisahkan. Awal mulanya mengkonsumsi permen hanya sekedar iseng saja, kemudian menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi suatu ketergantungan. Sampai sekarang cemilan favoritnya adalah permen. Dan dia sudah bergantung sekali dengan produk ini.

Permen banyak disukai wanita ataupun pria. Dalam memilih permen selera mereka juga berbeda-beda. Sebelum melakukan pembelian mereka juga memilih-milih permen apa yang akan dikonsumsi untuk pemenuhan kebutuhan. Pria kebanyakan mengkonsumsi permen dengan jenis kopi, selain untuk mengusir rasa ngantuk, permen jenis apapun dapat sebagai pengganti rokok. Karena dari segi kesehatan mereka beranggapan bahwa mengkonsumsi permen jauh lebih baik dari pada merokok yang dampaknya akan merusak kesehatan. Selain harganya lebih murah dari rokok. Sedangkan wanita mengkonsumsi permen karena manisnya , rasa harum dan aroma yang menyegarkan. Dengan adanya spesifikasi tersebut wanita akan termotivasi untuk mengkonsumsinya. Untuk meyakinkan pembeli produsen juga menayangkan iklan yang begitu menarik untuk merebut hati konsumen. Contohnya permen pencegah rasa ngantuk yang dalam iklannya diperankan oleh seorang wanita yang sedang naik bus dan ngantuk. Maka wanita itu langsung mengunyah permen tersebut yang telah diberi dari seseorang, maka seketika juga rasa ngantuknya hilang. Respon konsumen sangat bagus, ketika melihat tayangan iklan tersebut. Konsumen ikut merasakan lega dan yakin dengan mengunyah permen tersebut maka ngantuknya hilang. Selain praktis untuk mencegah rasa ngantuk kita tidak perlu membuat secangkir kopi yang memerlukan waktu dan tenaga. Apalagi kalau seseorang atau konsumen sedang ada di luar dan mengalami ngantuk. Maka dorongan dan rasa emosi yang membuat seseorang cenderung mengkonsumsi permen ini, dan berusaha untuk membelinya. Bahkan kebanyakan orang sudah sediakan permen di mobil sebagai persediaan dalam perjalanan.

Sebagai produsen permen khususnya sebelum mengeluarkan produk, mereka melakukan survey ke pasar, permen macam apakah yang lagi dibutuhkan untuk saat sekarang ini, dimana orang sibuk bekerja dan waktu yang sangat berharga. Maka produsen mencoba memenuhi kebutuhan konsumen dengan memproduksi permen yang sangat praktis dikonsumsi. Salah satunya permen pencegah rasa ngantuk. Yang sekarang banyak diminati dan sesuai kebutuhan konsumen. Selain rasa manis, ada kas kopinya yang begitu terasa ketika mengunyahnya.

Jumat, 04 Desember 2009

Tugas Perilaku Konsumen

Tugas I

1. Pemahaman perilaku konsumen merupakan dasar pengembangan strategi dan perencanaan pemasaran, dalam hal ini sangat penting dilakukan karena tanpa adanya suatu pemahaman dan pengertian tentang konsumen, sasaran suatu perusahaan tidak dapat dikatakan telah menjadikan konsep pemasaran sebagai pedoman, walaupun perusahaan tersebut telah menjalankan fungsi pemasarannya dengan baik. Untuk mengetahui dengan jelas perilaku konsumen ini, seorang pemasar harus melakukan penelitian sebagai langkah awal untuk mengetahui motivasi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Dan dalam hal ini kepuasan konsumen merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai. Kebutuhan, sikap dan perilaku konsumen mempengaruhi setiap aspek dari strategi pemasaran.

2. Analisis
Definisi konsep lingkungan adalah tempat dimana masusia (makhluk hidup) berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Yang dalam kehidupannya saling mempengaruhi dan dipengaruhi.
- Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi minuman ringan kurang lebih 10 th mendatang dengan adanya produk tersebut maka semakin banyak saingannya. Dan ini merupakan tantangan bagi perusahaan dalam memasarkan produknya. Mungkin dengan promosi ataupun membuat kwalitas produk tersebut semakin baik. Sehingga dapat bersaing dengan kompetitor.
- Perubahan bisnis global dan kecenderungan demografis artinya Perubahan bisnis secara keseluruhan dalam arti manusia (trader) dapat melakukan bisnis lebih mendunia (meluas) yang sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin maju serta adanya perubahan populasi penduduk.

Tugas II

1. Iklan "Biskuat Macan"
a. Iklan ini dibuat untuk konsumsi anak kecil dan sasarannya adalah anak yang sedang dalam pertumbuhan dan menginginkan tubuh yang kuat. Biskuat ini menggunakan slogan "saatnya jadi macan" dan kegiatan anak-anak sedang pencak silat
Perusahaan periklanan harus mengerti bahwa iklan tersebut untuk segala lapisan masyarakat, maka konsep iklannyapun harus dapat diterima oleh semua kelompok konsumen yang dimaksud
b. Afeksi perilaku konsumen mengenai iklan "Biskuat Macan". Dengan adanya iklan biskuit ini sebagai konsumen khususnya anak-anak akan tertarik dengan iklannya, apalagi dalam iklan tersebut diperagakan oleh anak-anak seusia mereka dengan aktivitas yang membuat anak-anak ingin juga melakukan apa yang ada dalam iklan tersebut. Kebanyakan anak tertarik untuk membelinya dan ingin mencicipi apa rasa biskuit tersebut. Sebagai orang tua dengan adanya iklan biskuit ini, ia akan mencoba membeli, apalagi iklan yang ditayangkan memberikan janji bahwa dengan mengkonsumsi biskuit ini, maka anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan kuat. Apa salahnya orang tua membeli untuk anaknya, selain harga terjangkau untuk konsumen kelas menengah ke bawah. Sebagai orang tua juga tidak ingin anaknya ketinggalan dengan anak yang lain. Walaupun hanya sekali membeli mereka akan lakukan, apalagi kalau anaknya minta.
c. Jika ada iklan "Biskuat Macan" sebagai konsumen memiliki karateristik yang berisi tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan suatu produk, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.